Karir Emas Sarah Azhari
Juni 19th, 2011
Mardiana Kappara
Dalam dunia keartisan, karir Sarah Azhari dinilai kurang gemilang. Namanya booming lebih didongkrak sebagai model seksi yang seronok dan berani berpose nakal. Karier keartisannya dimulai tahun 1990-an setelah Ayu Azhari terlebih dahulu terjun ke dunia hiburan. Penyuka karya Khalil Gibran ini memulai kariernya dengan bermain film garapan Garin Nugroho berjudul “Daun di Atas Bantal” bersama bintang film kawakan Christine Hakim pada tahun 1998.
Selanjutnya, film-film Sarah Azhari muncul dengan mengandalkan kemolekan tubuhnya, sebut saja Asmara, Maafkan Daku Bila Mencintaimu, dan Lost In Singapore. Namun karena lesunya perfilman nasional saat itu, film-film Sarah kurang laris di pasaran. Tidak berhasil di dunia film di tahun 1990-an, menggiring karir Sarah Azhari mencoba peruntungan di dunia musik. Sebuah album berjudul Peluk Aku Cium Aku pada tahun 1999 diluncurkan. Namun, ternyata dianggap kurang laku pula di pasaran. Akhirnya, Sarah Azhari mundur dari dunia musik nasional.
Setelah, perfilman nasional bangkit kembali. Pekerjaan Sarah Azhari sebagai artis film kembali melibatkan dirinya dalam beberapa produksi film. Di tahun 2000-an, Ibu Albani Ray ini lebih banyak membintangi film-film bergenre horror atau sekedar menjadi pemeran pembantu seperti dalam film Suami-suami Takut Istri (2008). Selebihnya, nama Sarah Azhari tetap lebih identik sebagai model panas dan dekat dengan hal-hal berbau porno. Nama Sarah Azhari semakin dilejitkan dunia maya dengan beredarnya foto-foto pribadi Sarah yang seronok.
Kesibukan lain Sarah Azhari di samping aktif di dunia hiburan adalah terjun ke dunia bisnis. Bisnis Sarah Azhari yang pernah dicoba dilakoni adalah bisnis ekspor batubara bersama suami sebelum 2008, tahun berikutnya Sarah mulai mencoba bisnis interior. Untuk bisa menjual kualitas, Sarah bekerjasama dengan temannya yang membuka usaha interior di Singapura, selama kurang lebih dua Sarah Azhari merelakan diri untuk bolak balik Jakarta-Singapura menimba ilmu agar bisa menjalankan bisnis interior sendiri di Jakarta.

