Sarah Azhari dan Ibundanya
Juni 11th, 2011
Mardiana Kappara
Meninggalnya Ibu terkasih Hj. Khairani binti H Gulam dalam usia yang nyaris menginjak 60 tahun pada hari Minggu sore, 18 Oktober 2009, di RSPAD Gatot Subroto dikarenakan sakit yang diderita akibat penumpukan cairan di rongga belakang kepala telah membawa duka yang mendalam bagi artis seksi Sarah Azhari. Almarhumah kemudian dimakamkan di rumah duka di Jalan Batu 1 No. 11, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Sarah Azhari bersaudara tampak sangat terpukul dengan kepergian ibu mereka, bahkan sang kakak Ayu Azhari tak sanggup mengantar jenazah sang ibu ke liang lahat. Ayu tetap tinggal di rumah menangisi kepergian sang ibu sementara adiknya yang lain berangkat ke rumah duka mengiringi kepergian ibu mereka untuk yang terakhir kalinya.
Ibu Sarah Azhari merupakan sosok yang sangat istimewa dan dekat dengan dirinya, seperti yang Sarah ungkapkan dalam blog pribadinya, sarahazhari.blogdetik.com. Melalui blog tersebut, walaupun dengan pernyataan yang singkat, namun secara lugas tersirat dalam tulisan artis yang pernah bermain dalam film arahan Garin Nugroho, Daun di Atas Bantal ini, bahwa Sarah berusaha untuk menenangkan jiwanya yang seolah ikut tercabut bersama kepergian sang ibu.
Dalam postingan berjudul “I Love U Mami…” pada tanggal 4 November 2009 yang dilakukan Sarah di VVIP Room Sarah Azhari, blog pribadi nya, menyatakan bahwa almarhumah Hj. Khairani merupakan sosok yang biasa ikut memberikan dukungan, saran, maupun nasehat bagi rencana masa depan kehidupan Sarah Azhari. Sarah merasa kehilangan tempat berkeluh kesah dan sumber pemberi inspirasi hidupnya, kini dia harus melangkah sendiri dan lebih kuat dalam menghadapi berbagai cobaan yang datang silih berganti menerpanya.
Selama ibu tercinta masih hidup, ketika mengalami tekanan akibat pemberitaan yang buruk dari media, sang ibu pasti akan datang membesarkan jiwa Sarah. Kasih ibu benar-benar dirasakan Sarah melalui kehangatan cinta yang diberikan almarhumah Hj. Khairani. Sehingga Sarah merasakan rindu yang teramat sangat terhadap ibu tercinta setelah kepergiannya.

